Ole Dipecat, Para Fans dan juga Pemain Berbahagia

Ole Di Pecat, Para Fans dan Juga Pemain Berbahagia

Strategi bobrok, starting XI aneh, dan tim talk yang indolen. Seluruh tersebut sebabkan sang legenda Setan Merah kehilangan jabatannya.

Ole Gunnar Solskjaer awalnya memang cuma di minta jadi instruktur selagi Manchester United.

Ia adalah sosok pahlawan Setan Merah yang di datangkan untuk mereparasi rusaknya peninggalan Jose Mourinho; untuk menaikkan gairah, meluruskan langkah, dan mengembalikan DNA United.

Di dalam hal tersebut, ia berhasil.

AGEN BOLA PIALA DUNIA 2022

Tapi waktu di beri mandat jadi manajer secara permanen, ia tiba-tiba ditugasi untuk mengembalikan kejayaan Setan Merah ke puncak sepakbola Inggris dan Eropa.

Suatu tugas yang sangat berat, lebih-lebih bagi manajer-manajer elite pendahulunya yang di tunjuk sesudah Sir Alex Ferguson pensiun. Dan bagi seorang Solskjaer, yang miliki kapabilitas melatih lebih buruk, tugas tersebut terbukti nyaris mustahil.

Cuman di dalam 12 pertandingan saja, United telah terpaut 12 poin berasal dari pemimpin klasemen Perserikatan Utama Inggris, Chelsea, sehabis lagi di permalukan, kali ini oleh team promosi Watford bersama skor 4-1. Praktis, dewan United tak dapat apa-apa ulang tidak cuman mencopot Solskjaer berasal dari jabatannya.

Tetapi, apa yang berlangsung? Kenapa mampu hingga layaknya ini?

Seluruh ini berawal semenjak pasukan Solskjaer di kalahkan 4-2 oleh Leicester City terhadap 16 Oktober lalu.

Meski kata-kata ‘Krisis’ mulai bermunculan sebagai respon berasal dari awal musim United yang tidak cukup baik, mereka sempat yakin mereka sanggup bangkit sementara jarak internasional Oktober terjadi. Namun sesudah di tundukkan di King Power Stadium, para pemain mulai bertanya-tanya, apakah team ini berada di jalan yang tepat?

Ole Di Pecat, Para Fans dan Juga Pemain Berbahagia

Anggota senior di tubuh skuad United mulai mempertanyakan strategi Solskjaer, dan mereka juga bingung mengapa Harry Maguire – yang bersalah atas setidaknya satu gol Leicester – dipilih sebagai starter, padahal dia belum sepenuhnya bugar sehabis rehabilitasi berasal dari cedera.

Ini tidak kali pertamanya peraturan Solskjaer membikin para pemain tak habis pikir.

GOAL mengetahui bahwa selama pramusim, United menjajal formasi yang lebih menyerang, yakni 4-4-2 diamond dan 4-3-3, dua formasi yang mengakibatkan pemain-pemain terpinggirkan layaknya Jesse Lingard dan Donny van de Beek meraih secercah asa dapat memperoleh menit bermain.

Solskjaer sempat menguraikan ekspektasi menit bermain kepada pemain-pemain itu untuk musim ini. Namun malah lagi ke zona nyaman formasi 4-2-3-1, agar pemain yang sempat berharap dapat menembus starting Xi, cuma dapat lagi bersungut-sungut di bangku cadangan.

Solskjaer tersebut orang baik. Ia type orang yang menyapa seluruh staf di Old Trafford, dan melayani permintaan selfie dan tanda tangan bersama dengan pecinta lebih-lebih di selagi kondisi tengah ambyar-ambyarnya.

Sayangnya kebaikan tersebut justru melukainya, sebab semakin memahami bahwa ia terlampau menghindari topik-topik sulit.

GOAL mempelajari bahwa para pemain bukan di beri klarifikasi mengapa mereka tak di pilih, dan Solskjaer kesulitan mengambil peraturan-ketetapan vital kembali berat.

Ole Di Pecat, Para Fans dan Juga Pemain Berbahagia

Contohnya: ketetapan akhir untuk pengobatan satu pemain yang tengah cedera malah di serahkan kepada direktur negosiasi sepakbola, Matt Judge. Kala tersebut tersedia miskomunikasi antara Solskjaer bersama pihak dewan soal planning transfernya di musim panas dan siapa saja pemain yang boleh di pinjamkan.

Ia lebih-lebih belum memutuskan siapa yang akan jadi kiper nomor satu kala para pemain ulang untuk merintis pramusim. Ketentuan itu pada akhirnya tersegel sendiri sehabis Dean Henderson terkena Covid-19 dan perlu merintis penyembuhan.

Lalu tersedia juga kasus baku pembinaan, dan kecemasan berasal dari sebagian pemain yang merasa sesi latihan tidak cukup ‘Menggigit’.

Solskjaer juga tetap-terusan menyebut soal ‘Gaya United’, tapi apakah ia mempunyai gaya sendiri? Lebih-lebih sehabis tiga th sebagai instruktur United, tak gampang untuk menentukan apa gaya bermainnya yang sebenarnya.

Terlepas berasal dari kekhawatiran tersebut, Solskjaer konsisten memperoleh perlindungan berasal dari mayoritas pemainnya sampai pekan-pekan terakhirnya. Ia terus di sukai oleh skuad, tapi sehabis kekalahan di Leicester, perlahan-huma segalanya mulai berantakan di ruang ganti.

Keraguan mulai menjangkiti, dan sehabis di bantai 5-0 di kandang oleh Liverpool, kekhawatiran tersebut semakin jadi. Lebih dari satu narasumber menyebut bahwa para pemain bukan terkesan bersama dengan tim talk pesimistis Solskjaer. Selagi turun minum bersama United udah ketinggalan 4-0. Ia cuma membicarakan soal ‘Jangan hingga kebobolan di babak kedua’.

admin